Tuesday, April 24, 2012

Arti Sebuah Cinta

Ku langkahkan kaki
Melangkah menuju jalan di depan mata ku
Aku terdiam dan terpaku menatap kedepan
Dan aku terhenti di sebuah persimpangan jalan

Kubaca tulisan dibadan jalan, yang bertuliskan
Kiri menuju ke kebencian
Kanan menuju ke bahagiaan
Maju menuju ke kesetiaan
dan Mundur menuju ke sengsaraan

Aku terdiam sejenak
Dan terdiam semakin lama
Aku linglung harus melangkahkan kaki ini ke arah mana
Akhirnya kaki ini kuat untuk melangkah Maju

Saat itulah ku mulai mengerti apa itu CINTA
CINTA adalah sebuah pilihan untuk aku memilih antara KESEDIHAN dan KEBAHAGIAAN

Karya: Umar Al Faruq

Sunday, April 22, 2012

Apa yang Terjadi di Negara Ku?

Apa yang Terjadi di Negara Ku?
Hukum dibuat mainan
Suap menyuap menjadi suatu kebiasaan
Koruptor hidup mewah di balik jeruji
Sedangkan rakyat menderita di pinggir jalan

Apa yang Terjadi di Negara Ku?
Ombak berlarian menerjang daratan
Tanah bergoyang menghancurkan yang duduk di atasnya
Gunung batuk mengeluarkan dahaknya

Apa yang Terjadi di Negara Ku ?
Penculikan begejolak di mana-mana
Pembunuhan menjadi budaya baru
Demo tanpa bakar-bakar kurang seru

Apa yang Terjadi di Negara Ku?
Hutan hijau hilang ditelan manusia
Hewan langkah mati tapa menyisahkan tulang belulang
Ikan habis di telan perut rakus

Apa yang Terjadi di Negara Ku?
Prestasi di dunia menuruni gunung
Sepakbola tergusur karena kepentingan politik
Bulutangkis hanya jadi penghias di setiap turnamen dunia

Apa yang Terjadi di Negara Ku?
Dulu kita Jaya
Dulu kita Bahagia
Dulu kita Ditakuti
Dulu kita Berprestasi
Dulu kita Aman
Dulu kita Sejahtera

Sekarang kita tak lebih dari seorang PECUNDANG hanya demi sesuap nasi kita menghalalkan semua cara

Apa yang Terjadi di Negara Ku?

Karya: Umar Al Faruq

Deritamu adalah Deritaku juga

Ibu kau begitu berharga bagiku
Tak inginku melihatmu bersedih

Ibu….
Hapuslah air matamu itu ibu
yang jatuh di antara guratan-guratan di wajahmu

Ibu… .
Hati ini teriris perih
Jikalau melihatmu seperti ini

Ibu….
Curahkanlah semua isi hatimu
kepada anakmu ini….
kepada aku ibu….
Agar aku tau
bagaimana rasa sakit yang kau rasakan itu

Ibu….
Sudah cukup kau menanggis seperti itu
Diriku tak kuasa menahan air mata ini saat melihatmu

Ibu….
Hapuslah air matamu itu
karena deritamu adalah deritaku juga

Tapi ingatlah Ibu….
Aku …. Aku adalah anakmu
yang akan selalu ada untukmu
menjaga dan merawatmu selalu…..

Karya: Nikmatul Mufidah

Air Mata Bunda

Dengan sedikit terkoyak hati ini meronta
Saat Bunda bercerita tentang apa yang terjadi
Tak kuasa aku melihat air mata Bunda
Yang menetes di antara guratan-guratan di wajahnya

Bunda….
Hati ini teriris perih
jikalau melihatmu seperti ini
Terlalu sakit….
terlalu pedih….

Bunda….
Sudah cukup kau menanggis seperti itu
Anakmu…anakmu ini tak ingin melihatmu seperti itu

Kutahan air mataku dan bergegas kulangkahkan kakiku meninggalkan Bunda yg masih terisak….
Aku menuju kamar, kuluapkan kesedihanku
kehancuran hatiku yang begitu dalam

Tuhan kenapa dunia terlalu kejam seperti ini???
Yang kukira ayah yang bersamaku itu
ayah yang terbaik untukku, tapi ternyata
dialah yang tega membuat ibu terluka seperti itu

Karya: Nikmatul Mufidah